Diberdayakan oleh Blogger.

e-KATALOG

PROMO ORIFLAME TERBARU

AGENDA BULAN INI

  • Fun Inspirational Training (Surabaya) | 11 Januari 2013
  • Beauty Class Manicure/Pedicure - Sby | 18 Januari 2013
  • Nutrishake Training "TIPS GYM TANPA ALAT DAN BISA DILAKUKAN DIRUMAH" - Sby | 25 Januari 2013

Digital clock

thanks for stopping by ♪♫•*¨*•.¸¸♥ ◕‿◕

♥ ◕‿◕ ☆☆ ◕‿◕ ♥

Anda akan mendapat apa yang paling sering Anda. Be smart and make smart decisions!

Minggu, 22 Agustus 2010

Ini diambil dari postingan buyut upline-ku tercinta, Tetty-Eka. Semoga bermanfaat:)


‘Pasti MLM’ begitu komentarku ketika ada seorang kawan datang menawarkan bisnis networking.

Aku begitu meremehkan mendengar tentang MLM.
Gak ada gengsi, bisnis semacam itu kan hanya buat mereka yang belum kerja.
Aku sudah kerja kantoran dan suami seorang manager disebuah perusahaan swasta, gaji kami lebih dari cukup untuk hidup sekeluarga + 2 orang baby sitter. Kami merasa tidak membutuhkan kerjaan semacam itu.

Jujur, sebenarnya aku belum tau sama-sekali apa itu MLM. Yang aku tau bahwa bisnis semacam ini punya sistem piramid yang cuma mengenakkan yang join duluan. Bisnis ini yang menurut kebanyakan orang merupakan bisnis mimpi.

Tapi semua memang baru "katanya" yang kebenarannya aku juga mempertanyakan.

SOK TAU itulah kata yang tepat untukku waktu itu. Karena menjudge sesuatu yang belum kuketahui kebenarannya.

Agustus 2003 aku memutuskan untuk keluar dari kerja karena anak kami Randy & Jovan yang waktu itu berumur 3 dan 2 tahun mulai semakin dekat dengan susternya, daripada denganku ibu kandungnya. Ada kekhawatiran dalam hatiku melihat tumbuh kembang anak-anakku. Aku melihat mereka menjadi anak yang penakut dan introvert. Aku gak tau apa ada yang salah dengan perlakuan assistance2ku dirumah, sehingga mereka menjadi seperti itu. Yang menjadi pemikiranku waktu itu: uang bisa dicari, tapi kalau sampai terjadi apa-apa dengan anakku atau kalau sampai anak-anakku menerima didikan yang salah, dan kalau sampai aku tidak bisa melihat mereka bertumbuh dan penyesalanku bakal seumur hidup. WAKTU TIDAK BISA DIULANG. Belum lagi pemikiran-pemikiran bahwa kenyataan kami suami-istri karyawan swasta, saya merasa gak ada seorangpun yang bisa menjamin hidup kami. Gak mungkin selamanya mau ikut orang. Kami dihadapkan pada kenyataan seandainya tua nanti, usia 50 tahun kami pasti harus menghadapi masa pensiun. Atau kalau ada yang terjadi dengan kami (amit-amit, sekiranya TUHAN jauhkan) misal: sakit sampai kami tidak bisa bekerja lagi, bagaimana dengan anak-anak dan kehidupan kami selanjutnya? Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Mumpung masih muda, belum terlambat untuk memulai segala sesuatu.

Akhirnya dengan tekad bulat aku memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan.

Dengan modal seadanya aku coba-coba bisnis sendiri.
Mensupplay minimarket-minimarket di sekitar tempat kami tinggal. Awalnya hasil cukup lumayan. Lama-lama karena pengambilan dengan kuantitas yang lebih besar minimarket mulai minta tempo untuk pembayaran. Nah ini mulai malapetakanya.

Singkat cerita, usaha yang saya harapkan bisa menjadi pengganti pekerjaan sambil ngopeni anak-anak di rumah merugi puluhan juta rupiah. Sempet membuatku down.

Sakit rasanya, kok bisa ada orang sejahat itu. Itu kan modal yang kukumpulkan bertahun-tahun, harus hilang begitu aja gara-gara orang yang tidak bertanggung jawab seperti itu. Tapi TUHANKU sungguh ajaib, menyanggupkan aku untuk merelakan semua itu. Begitu aku coba melupakan semua kesalahan orang tersebut dan memaafkan orang yang bersalah kepadaku, berkat Tuhan sungguh luar biasa pada keluarga kami. Bersyukur aku memiliki suami yang sungguh luar biasa, selalu mendukungku dalam keadaan apapun.

Mulai terpikirkan lagi, usaha apa ya yang dengan modal kecil tapi bisa penghasilan yah .. minim-minim seperti yang kudapat waktu kerja di kantor (maklum modal habis ditambah hutang ke kakak).

Berawal end November 2003, seorang tetanggaku, Daisy Leimena, menunjukkan katalog Oriflame terbarunya. Aku yang waktu itu sedang gak ngapa-ngapain mau aja, bukan karena pengen liat katalognya sebenernya, tapi cuma supaya punya temen aja. Maklum selepas resigned sebagai sekretaris di sebuah perusahaan trading, membuatku tidak punya banyak temen di lingkungan perumahan dimana aku tinggal. Jadi IRT ternyata sangat menjemukan. Hanya mengandalkan gaji dari suami ... ternyata sangat tidak enak.

Dan bukan gue banget gitu loh.

Mulailah aku bergabung di Oriflame. Januari 2004, Daisy mengajak seorang upline leadernya datang kerumahku. Katanya sih posisinya Saphire Director. Lulusan luar negri, cowok, masih muda, single. Penghasilannya srrrrp .. bikin ngiler.

Yudistira.. Yudistira .. kok mau-maunya ngerjain Oriflame. Ini kan kosmetik yang identik dengan cewek. Jangan-jangan ....

Penjelasannya tentang Oriflame begitu jelas dan pemikiran beliau tentang PASSIVE INCOME dan penghasilan 5 juta dalam waktu 5 bulan sangat menarik perhatianku. Maklum, buatku penghasilan dengan usaha yang hampir tanpa modal .. Cuma 25.000 bo’ bisa hasil jutaan. Mustahil banget. Tapi dengan konsep bisnis yang ditawarkan sangat membangkitkan ANTUSIASMEku ... dan YAKIN AKU PASTI BISA.

Bulan-bulan pertama aku begitu antusias menawarkan peluang bisnis ini. Opportunity for all, gitu katanya. Pokok aku tidak peduli, siapa saja aku tawarin. Ya tukang ayam, bakul jamu, sopir taxi, sodara jauh, sodara deket. Yang aku lupa justru tetangga-tetangga. Gimana mau nawarin, kenal aja enggak.

1 bulan berjalan aku berhasil merekrut 4 orang. Rekrutan yang saya harapkan bisa menjadi partner... hampir tidak melakukan apa-apa, bulan itu aku hanya mampu cuma level 3% dengan bonus Rp. 27.000. Padahal aku kan maunya 21%. Sabar.. sabar ... mulai lagi bulan kedua. Aku harus lebih giat. Aku tanya lagi sama leaderku .. apa yang harus ku lakukan. MEMBINA. Dengan ditemani sahabat baruku Daisy, aku mulai mendatangi orang-orang itu untuk mulai ngajari cara-caranya. Yah .. lumayan, bulan itu mencapai 3% lagi. Tapi jangan look down, poinku kali ini meningkat sedikit. Bonus yang kuterima Rp. 57.000.

Bulan Maret aku harus pulang kampung suami. Tekadku waktu itu, perjalanan tidak boleh sia-sia. Sambil menyelam minum air. HARUS REKRUT. Dengan semangat mudik, kami sempatkan ketemu dengan teman-teman suami. Alhasil tidak satupun dari mereka join. Glodak! Hopeless rasanya. Tapi putus asa adalah dosa. Malam jam 9 aku minta suami nelponin 1 orang teman lagi. Jam 10 Ivan (teman suami tersebut) baru datang. Kami prospek habis-habisan. Dan PUJI TUHAN close. Jadilah dia member pertamaku di Jember. Dengan bermodal katalog, 2 minggu kemudian kami follow up lagi. Trus terang aku masih belum tau banyak tentang Oriflame. Kalo dia nanya-nanya gimana? Maka kami datang dibarengi Upline kami yang baik hati Yudistira. Thank you, Bos! Sepulang dari Ivan, kami ingat 1 nama lagi pasangan Sugiarto&Meliana. Kami sempatkan ketemu dan prospek ybs. Karena sungkan mereka akhirnya mau kami rekrut, meski dengan tampang yang saya liat agak kurang menyenangkan karena terpaksa kale yee. Ha5. Terpaksa yang membawa berkah. Dengan modal katalog, bulan tersebut kami bisa mencapai 9%. Puas? Belum. Target 21% bo’... masih jauh. Next target adalah 12% dan bisa kami penuhi. Bertahan di 18% membuatku jenuh. Sempet pengen ninggalin bisnis ini. Merasa sendiri, gak ada yang bantu. Satu-satunya yang membuatku bertahan yaitu 5 juta / bulan-ku belum tercapai. Rugi banget kalo berhenti sekarang. Apa yang sudah aku investasikan --waktu, tenaga, pikiran, uang-- tidak boleh sia-sia. Aku harus bisa. Tinggal selangkah lagi. BISA! AKU PASTI BISA!

I’ll do my best, and let God do the rest. Gitu deh kira-kira. Akhirnya Oktober nyampe juga 21%. Walaupun agak meleset dari target yang mestinya max 6 bulan, tapi toh sampe juga. THANK YOU LORD.

Dalam waktu 1,5 tahun penghasilan 5 juta per bulan dan cash award 7 juta sudah bisa kami nikmati. Lumayan sudah bisa untuk bayar hutang & beli 1 mobil. My first car Peugeot 206. YeahYeahYeah. TUHAN .. MAKASIH BANGET, ENGKAU SUNGGUH BAIK.



Hidup ini adalah pilihan. Kalau aku, AKU PASTIKAN mau membayarnya dari sekarang. Targetku 5 - 10 tahun mendatang hidup kami menjadi jauh lebih baik.

Bagaimana dengan Anda???
Sudahkah mempersiapkan kehidupan Anda 5-10 tahun mendatang?

Join di sini yuk!!